NOTICE: We have now moved to a new domain. If you're seeing this notice, this page might be taken down any time and will no longer be updated.

Please update your bookmark/link to our new URL at http://yaoi-front.org/

January 13th, 2005

Anata ga suki. Daisukidesu.

あなたが好き。だいすきです。
Anata ga Suki, Daisukidesu
(English title: I like you, I like you very much)

starring
Shibuya Kazunori, Kitakaze Hisanori, Nishimoto Kazufumi

director
Oki Hiroyuki

rating
18+ (explicit sex scenes, cock strap, vibrator, but as is the norm with japanese films, no clear view on genitalia)

running time
60 min.

sinopsis

Ceritanya sebenarnya sangat simpel: bercerita mengenai seorang cowok, Yu, yang tiba-tiba menghampiri orang asing di kereta dan berkata, "Anata ga suki. Daisukidesu (I like you. I like you very much)," meskipun Yu sudah mempunyai kekasih yang tinggal bersamanya, Shin.

"Gomen nasai!"

Setelah beberapa hari (dan berbagai macam adegan seks ;p), Yu mengaku pada Shin bahwa dia berkata suka pada orang lain. "Gomen nasai!" Reaksi Shin saat itu? "Kamu lapar kan? Ayo makan pagi (sambil nunjuk bento)." Scene berlanjut dengan aktivitas sehari-hari biasa (if the idea of daily activities termasuk Yu meminta Shin menunjukkan pantatnya yang dibungkus cock strap... )

Meskipun tampak unfazed atas pengakuan Yu, Shin sepertinya tidak bisa berhenti memikirkan hal tersebut. Dia bertanya-tanya pada anak-anak sekolah, "Apa yang akan kamu lakukan kalau pacarmu bilang dia suka pada orang lain?" meski jawaban mereka kebanyakan juga tidak membantu hehehe. Shin akhirnya berjumpa dengan cowok yang Yu taksir. "Aku pacar cowok yang suka padamu. Tolong jaga dia." Yu yang melihat adegan itu, lari dari Shin dan akhirnya mereka bertengkar. "Anata ga kirai. Daikiraidesu (I hate you. I hate you very much)."


Shin menghabiskan malam menginap di rumah teman (ex-lover?)nya, sementara Yu... threesome dengan orang lewat. Esoknya keduanya bertemu like nothing's happened dan spend the day di pinggir dermaga memandangi orang lewat. Satu di antaranya ternyata cowok yang Yu taksir. "Memang kerennnn!" katanya. Shin cuma tersenyum dan membenamkan wajahnya di tengkuk Yu (bahasa apa pula ini anjir!!!).

opini

Yang menonjol dari film ini adalah pengambilan filmnya yang dilakukan dengan handheld camera, deliberately murky, bergoncang-goncang, grainy dan low budget--serasa candid camera/home video saja (ada efek voyeuristiknya hehehe :) ). Standard B-grade, college student film ;). Diaolognya dibuat supaya tampak sangat improvised (repetisi "suki. Daisuki"), loop digunakan untuk SFX adegan seks, soundtrack sangat minimal.

Random shots of their daily happenings somehow menjadi interesting. Ada bagian di mana Shin masturbasi dengan vibrator di atas wajah Yu (literally), dan vibratornya copot dan bergetar-getar di lantai. Atau Shin bergumam-gumam, "Anata ga suki, daisukidesu," repeatedly under a pair of headphones di sebelah teman perempuannya. Teman yang dia telpon ditunjukkan sedang masturbasi, dan pubes-nya sedang dibersihkan dari crab lice sewaktu Shin sampai ke rumahnya (Shin sendiri juga get the honour of having his pubes checked). Yu memandangi laut dengan pantat ke bawah stark naked sambil berpikir, "Kenapa aku bisa bilang suki daisuki ke stranger itu dan bilang kirai daikirai ke Shin?"

Despite the more personal touch of jittery handheld camera, ada sense of melancholic detachment, that somehow, penonton tidak lebih kenal Shin atau Yu any better than they know each other, or themselves. (Entah kenapa ngingetin sama Haruki Murakami's characters.)

Film ini termasuk genre pinku eiga (pink film), a genre yang dimulai oleh Nikkatsu studio sekitar tahun 1963. Initially, pinku eiga refers to an artsy kind of sadomasochistic pornography. Biasanya low budget, mudah diproduksi, dengan running time sekitar 1 jam, sering feature lesbian yang ditujukan pada penonton pria straight. Ada pula beberapa yang ditujukan pada audiens homoseksual: Nakamura Genji's Beautiful Mystery (1983), Shimada Koshi's More Love (1984); Sato Hisayasu's Muscle (1988); and Oki Hiroyuki's Melody for Buddy Matsumae (1992) and of course, I Like You, I Like You Very Much (1994). However, selain Oki Hiroyuki dan Hashiguchi Ryosuke (Like Grains of Sand (1995) - a more mainstream film about coming out), kebanyakan director Jepang dari film gay sendirinya tidak beridentifikasi homoseksual.

By the way, there are way more explicit scenes yang screencapsnya tidak saya lampirkan di sini for the sake of underaged kids...

 

Reviewed by kat

Posted by yaoifront at 07:59 PM in article | Add a Comment

Login to your account to post comment

You are not logged into your Tabulas account. Please click here to login.

Post comment as a guest

Your name:

Your email: (will not be posted publicly)

Your website:



2001-2005 (c) SilverWind. DISCLAIMER & TERMS OF USE . Hosted by Shun. Layout by kat. Powered by Tabulas stats