Facts about Boys' Love
Sumber:
Silver Wind (2002). Facts About Boys' Love. Animonster v45 pp19-23.
Homosexuality
Sigmund Freud, tokoh psikologi terbesar di dunia, memiliki
teori yang mengatakan bahwa manusia diciptakan dengan memiliki orientasi biseksual,
namun biasanya lingkungan dan ajaran dari sekitar membuat seseorang menjadi
heteroseksual. Teori ini telah banyak ditentang oleh para psikolog lain saat
ini, tapi tetap saja gemanya ada dalam kehidupan manusia. Homoseksualitas
adalah salah satu jenis dari orientasi seksual yang dapat dimiliki manusia.
Tidak seperti pandangan umum yang menganggap homoseksualitas adalah kelainan
atau penyakit, dilihat dari sudut pandang psikologis, orientasi seksual ini
adalah sebuah preferensi atau pilihan. Penelitian selama berpuluh-puluh tahun
membuktikan bahwa orientasi seksual adalah sesuatu yang dipilih oleh seseorang,
dan dalam DSM IV-R (Diagnostic & Statistical Manual
of Mental Disorders, Fourth Edition – Revised), yaitu panduan yang
saat ini digunakan oleh para psikolog di Indonesia dalam menangani para klien
mereka, homoseksualitas sudah lama dikeluarkan dari deretan kelainan seksual,
walaupun masih banyak jenis kelainan lainnya, seperti BDSM (bondage, domination,
sadism & masochism) dan pedophilia (ketertarikan seksual
terhadap anak kecil). Definisi ilmiah dari orientasi homoseksual adalah: ketertarikan
erotis, dan preferensi untuk memiliki ketertarikan tersebut, untuk memiliki
hubungan cinta dengan seseorang yang memiliki jenis kelamin sama (Nevid,
Rathus, & Rathus, Human Sexuality, 2nd Edition). Sedangkan orientas
seksual sendiri memiliki definisi: ketertarikan seksual seseorang kepada orang
yang memiliki jenis kelamin sama, berbeda ataupun keduanya (Nevid, Rathus,
& Rathus, Human Sexuality, 2nd Edition).
bl and yaoi
BL adalah sebuah sub-genre shoujo di Jepang, yang merupakan singkatan
dari boys’ love. Genre ini aslinya dibuat oleh mangaka cewek untuk para
pembaca cewek, walaupun pada akhirnya pun ada mangaka cowok yang membuat BL,
dan cowok-cowok yang menyukai BL. Orang lebih mengenal BL dengan istilah yaoi,
walaupun istilah ini sebenarnya kurang tepat dan sudah tidak dipakai lagi.
Yaoi bukan merupakan suatu kata yang memiliki makna. Yaoi adalah akronim dari tiga frase berikut: ‘yama-nashi’ (tidak ada kelanjutan), ‘ochi-nashi’ (tidak ada penyelesaian) dan ‘imi-nashi’ (tidak ada makna). Bila dilihat secara keseluruhan, ketiga frase yang membentuk kata yaoi tersebut dapat diartikan sebagai cerita yang hanya mementingkan hubungan seks yang dilakukan para karakternya. Lalu apa bedanya dengan hentai biasa? Karena seluruh karakter yang terlibat dalam hubungan dalam yaoi adalah cowok. Istilah BL sekarang lebih populer dipakai oleh para mangaka, pengarang maupun audiens, karena tidak semua cerita BL hanya mementingkan adegan seks saja. Banyak pengarang yang keberatan bila cerita karya mereka hanya disebut dengan istilah yaoi.
BL and Japanese culture
Kebudayaan Jepang sendiri tidak bisa lepas dari faktor BL ini. Homoseksualitas
di Jepang telah berusia ratusan, bahkan sampai ribuan tahun. Legenda dan cerita-cerita
yang ada menyebutkan bahwa dalam pasukan Shinsengumi yang terkenal itu pun
banyak terjadi hubungan homoseksualitas antara para anggotanya. Hal ini mungkin
terjadi karena tidak diperbolehkannya keberadaan wanita dalam pasukan tersebut.
Cerita ini bahkan menginspirasikan banyak karya seni, mulai dari manga sampai
kepada film, contohnya adalah Gohatto yang sangat terkenal itu.
BL and homosexuality
BL tidak bisa dipandang sebagai wujud hubungan homoseksual dalam anime, manga,
novel atau apapun juga. Karena BL adalah fantasi yang dibuat oleh kaum perempuan
untuk pembaca perempuan, tentang hubungan 2 cowok. Bahkan kaum gay sendiri
pun sering tidak setuju melihat penggambaran hubungan dalam BL. Tentu saja!
Karena BL adalah FANTASI, itulah sebabnya banyak hal yang tidak mungkin ditemukan
dalam realitas. Jadi bila kamu melihat uke yang sangat feminin dalam BL, jangan
menganggap bahwa semua cowok gay itu feminin! Kadang hal itu bisa sangat menyinggung
lho! Ciri khas BL, adalah bahwa biasanya tokoh-tokohnya kadang tidak menganggap
diri mereka sebagai gay. Kalimat yang sering terucapkan dalam cerita-cerita
BL adalah, “Saya bukan gay. Cuma kebetulan saja orang yang saya cintai
itu cowok. Seandainya dia cewek pun, saya akan tetap mencintainya.”
Terlihat sekali bahwa ini memang imajnasi romantis yang ditargetkan kepada
para cewek!
Seme and Uke
Seme
Istilah untuk menyebut partner dominan dalam hubungan BL. Memiliki arti harafiah
‘menyerang’. Stereotipe untuk seorang seme adalah: maskulin, dingin,
tidak segan-segan untuk memaksakan kehendak, rasional, agresif
Contoh: Kiri (West End), Iason (Ai no Kusabi)
Uke
Istilah untuk menyebut partner submisif dalam hubungan BL. Arti harafiah dari
uke adalah ‘menerima’. Seorang uke memiliki stereotipe: lebih
emosional, bishounen, pasif, menurut pada sang seme
Contoh: Shindou Shuuichi (Gravitation), Shinohara Mizuki (Level-C)
Tapi pada perkembangannya, stereotipe ini bisa hancur lebur. Karena bisa
saja seorang uke malah yang lebih agresif, dan si seme yang menjadi emosional.
Hal ini contohnya terjadi pada pasangan di Zetsuai dan Bronze ~ Zetsuai Since
1989, Nanjou Kouji dan Izumi Takuto.
Dalam Bl klasik, ada 3 peraturan tak tertulis untuk menentukan siapa seme
dalam sebuah hubungan:
1. tinggi badan – yang lebih tinggi menjadi seme
2. warna rambut – seme memiliki warna rambut yang lebih terang
3. status ekonomi-sosial – seme memiliki status yang lebih tinggi dari
uke
Namun, kembali peraturan-peraturan ini pun guncang pada beberapa tahun belakangan ini. Cara melihat siapa seme dan uke dalam sebuah doujinshi atau fanfiction adalah dengan melihat urutan nama pasangan tersebut. Nama yang berada di depan pasti lah seme, dan nama di belakangnya adalah uke. Contohnya: Iason x Riki (Ai no Kusabi), maka Iason adalah seme, dan Riki adalah uke-nya. Bila urutan nama ini dibalik, maka artinya pun sudah berbeda. Ranmaru x Enjouji (Kizuna) memiliki dinamika dan chemistry yang berbeda dari Enjouji x Ranmaru.
Legendary names on BL
Beberapa pengarang dan mangaka BL paling monumental:
- Ozaki Minami – terkenal dengan karya klasiknya, Zetsuai (Desperate Love) dan sekuel-nya, Bronze ~ Zetsuai Since 1989, Ozaki-sensei menetapkan namanya di deretan mangaka paling berpengaruh dalam dunia BL. Ciri khasnya adalah penggambaran seme dan uke yang klasik, TAPI memiliki kepribadian yang tidak mematuhi stereotype tersebut. Ozaki-sensei sangat ahli dalam membuat konflik, dan penggambaran perasaan karakter-karakternya dalam menghadapi konflik tersebut
- Nitta Youka – Nitta-sensei memiliki banyak karya yang mengkokohkan namanya sebagai salah satu mangaka BL terhebat. Dua di antaranya adalah Haru wo Daiteita (He Hugged Hooker) dan Otoko ga Otoko wo Aisuru Toki (When A Man Loves A Man). Kedua serial ini sering dipuji sebagai cerita BL yang luar biasa. Ciri khas Nitta-sensei adalah penggambaran cowok yang maskulin dan gagah, tidak kecewek-cewekan seperti beberapa mangaka lainnya. Pada Oktober 2002 lalu, Nitta-sensei diundang sebagai tamu kehormatan di Yaoi-Con yang diadakan di San Fransisco, Amerika
- Kodaka Kazuma – karyanya yang paling terkenal adalah Kizuna (Bond). Cowok-cowok Kodaka-sensei juga bukan tipe yang disebut girly, tetapi justru tampan dan gagah. Kodaka-sensei juga mangaka yang sering menyelipkan humor dalam karyanya, tidak seperti beberapa mangaka lain yang sangat hobi membuat angst atau cerita-cerita yang membuat depresi para pembacanya.
- Futaba Aoi – Futaba-sensei adalah tipe mangaka yang sangat mematuhi stereotipe seme dan uke yang sudah ada. Uke karyanya pasti bishounen, emosional dan bahkan kadang-kadang terlalu pasif. Sedangkan seme-nya sangat tipikal yang dingin, agresif dan maskulin. Karya-karya Futaba-sensei juga sering disebut sebagai PWP (Plot, What Plot?) oleh para fans, karena isinya cuma adegan seks melulu
- Kuwabara Mizuna – walaupun Kuwabara-sensei bukanlah seorang mangaka, ia tetap pantas untuk disebutkan di sini, karena ia adalah pengarang serial novel Honoo no Mirage (Mirage of Blaze)! Serial novel yang sudah mencapai volume 30 sekian ini memiliki jalan cerita dan karakterisasi yang sangat rumit, sehingga fans BL yang tidak bisa bahasa Jepang kadang menjadi putus asa. Itulah sebabnya ketika serial anime Honoo no Mirage ditayangkan di televisi, para fans BL menjadi sangat bahagia walaupun ceritanya menjadi sangat berantakan dibandingkan novelnya.
BL and shoujo series with BL hints
Sekali lagi, BL bukanlah penggambaran hubungan homoseksualitas yang sebenarnya.
Ini hanya merupakan fantasi! Harap dibedakan juga antara serial shoujo yang
memiliki tanda-tanda BL, dengan serial BL yang sebenarnya. Tidak seperti anggapan
banyak orang di Indonesia, YASHA, X, Cain Hakushaku, Angel Sanctuary, Kaze
Hikaru, Yami no Matsuei, dan sebagainya BUKANLAH serial BL. Bagaimana kamu
bisa membedakan serial BL dengan shoujo yang memiliki tanda-tanda BL? Serial
BL yang sebenarnya memiliki fokus cerita kepada hubungan antara 2 karakter
utamanya. Semua hal lainnya hanyalah merupakan bumbu dari bagaimana hubungan
mereka itu berlanjut. Contohnya adalah Naoe Nobutsuna dan Uesugi Kagetora
dalam Honoo no Mirage. Kenapa ini termasuk BL? Karena perang, reinkarnasi,
politik dan apapun yang terdapat dalam Honoo no Mirage hanyalah hal-hal yang
melatarbelakangi hubungan cinta-benci Naoe dan Kagetora. Hal ini juga terjadi
dalam hubungan Iason Mink dan Riki the Dark di Ai no Kusabi. Serial shoujo
yang memiliki tanda-tanda BL justru sebaliknya. Ketertarikan antara 2 atau
lebih karakternya justru hanyalah bumbu dari cerita utama serial tersebut.
TAPI, kadang yang seperti inilah yang malah membuat para fans lebih bersemangat
dalam membuat karya-karya BL antara para karakter mereka. Mereka beralasan
bahwa hubungan yang masih ambigu lebih menarik untuk dikhayalkan daripada
yang sudah jelas seperti di serial BL.
BL and fanworks
Sejarah BL bermula dari banyaknya doujinshi, fanarts dan fanfictions yang
dibuat oleh para fans tentang serial shounen favorit mereka, seperti Captain
Tsubasa. Dari situ, bermunculanlah mangaka dan novelis yang membuat cerita
BL asli karya mereka sendiri. Keberadaan fanworks sangat penting dalam dunia
fans BL, maupun shoujo yang memiliki BL hints. Dua serial yang sebetulnya
bukan BL, tetapi memiliki fandom BL terbesar adalah Gundam Wing dan Weiss
kreuz. Bahkan fanworks BL-nya kadang lebih banyak daripada yang non-BL. Setiap
tahunnya, di ComiKet alias ‘pasar’ doujinshi terbesar di Jepang,
ada ribuan doujinshi BL yang dapat dibeli oleh para fans. Bahkan para mangaka
profesional pun tidak mau kalah. Murakami Maki, mangaka Gravitation, membuat
Gravitation Remix dari karyanya sendiri. Begitu juga dengan Ozaki Minami,
ia membuat Papa wa Musician, Mama wa J-Leaguer, yang melibatkan karakternya
sendiri, Nanjou Kouji dan Izumi Takuto dari Zetsuai dan Bronze ~ Zetsuai Since
1989. Mangaka yang jelas-jelas bukan mangaka BL juga kadang membuat doujinshi
BL, seperti Hisaya Nakajou (Hanazakari no Kimitachi e), dengan doujinshi Hikaru
no GO dan Shinseiki Evangelion-nya. CLAMP pun dulu memulai karir mereka dengan
membuat doujinshi BL untuk Saint Seiya dan Tenkuu Senki Shurato. Bila kamu
mencari di Net, banyak sekali fanworks BL yang bisa kamu temui, yang kadang
mutunya tidak kalah dengan yang profesional. Di Amerika Serikat, sejumlah
fans yaoi mengorganisir acara yang mereka sebut Yaoi-Con. Acara ini telah
berlangsung untuk kedua kalinya pada tahun 2002 ini. Tahun lalu, tamu utamanya
adalah Higuri You (Ludwig II, Cutlass), sedangkan tahun 2002 ini, tamu spesialnya
adalah mangaka BL terkenal, Nitta Youka.
And finally…
Tidak mengherankan bila homoseksualitas tetap tidak bisa diterima oleh Indonesia,
karena memang kebudayaan dan agama yang ada mengharapkan kita demikian. Tentu
saja, itu juga merupakan hak seseorang untuk tidak menyukai homoseksualitas.
Toh artikel ini juga merupakan perkenalan BL dan bukannya homoseksualitas.
Tapi pada kenyataannya, orientasi seksual yang sama itu ada di realitas. Sekarang
tinggal bagaimana kita menghadapinya saja, lain tidak.
Written by Silver
Wind
Notes: didedikasikan kepada ‘my children’ di IYF. Terima kasih
atas support dan kepercayaan kalian selama ini!







Leyah (guest)
