La Vie en Rose (drama CD translation)
Translator's note marked with asterisks(*)
Warning: yaoi + incest + SM + rape + 5some
(You have been warned XDD)
|
|
Hidup Bagaikan Mawar (La Vie En Rose - ラ.ヴィアン.ロ-ス) Cast: 右月 皓一 (Utsuki Kouichi) by 大鳥 真澄 (Ootori Masumi) by 右月 征治 (Utsuki Seiji) by 大鳥 登 (Ootori Noboru) by 峰村貞夫 (Minemura) by |
SCENE 1 プロローグ 1:41 (Bagian 1: Prolog)
(Narasi dari Yokota)
Aku sudah ditinggalkan oleh ibuku sejak aku lahir. Oleh karena itu aku tidak
tahu dengan jelas mengenai ibuku. Ibu mempunyai banyak kekasih, aku tak tahu
siapa ayahku. Walaupun hidupku miskin, tidak ada yang mengasihaniku, tidak
ada yang menyayangiku, tapi aku yakin, ibuku pasti memikirkanku, dan datang
menjemputku suatu hari. Sejak kematian ibuku akibat kecelakaan lalu lintas,
aku terus menerus memohon, berharap
suatu hari nanti, akan muncul seseorang yang akan menyayangiku, mencintaiku.
Aku hanyalah seorang manusia biasa.
SCENE 2 二人の義弟 9:13 (Bagian 2: Dua Orang Saudara Tiri)
[... suara orang berjalan, pisau ditikam ke badan seseorang]
Wanita : Aaah! Pembunuhan! Tolong!
Minemura : Kau punya lelaki lain? Kau mengkhianatiku, meninggalkanku, bersama
dengan laki-laki lain! Kalau kau ingin putus, aku dengan rela membunuhmu!!
Aku takkan menyerahkanmu pada lelaki lain!!!
Kazuma (dalam hati): Hangat sekali, dalam tubuhku ternyata mengalir darah
yang hangat seperti ini... tetapi sebaliknya aku merasa kedinginan..... Iya
(Aku ingat!) Apakah aku akan mati dengan begini?
[.....]
Perawat: Ini adalah kamar VIP di Rumah Sakit Ootori. Anda telah dilukai oleh
pisau, terus diantar kesini.
Kazuma : Rumah Sakit..... Aku tidak mampu tinggal di kamar seperti ini. Bisakah
anda memindahkan saya ke kamar reguler saja?
Perawat: Hal ini... Saya...
Kazuma : Kalau begitu, tolong panggilkan orang yang bertanggung jawab.
Perawat: Saya mengerti, tetapi...
[suara pintu dibuka]
Perawat: Dr. Masumi, bagus sekali! Dokter, pasien anda...
Kazuma : Mas..umi...
Masumi : Ok. Selanjutnya serahkan saja kepada saya.
Perawat: Baiklah, saya permisi.
Masumi : Aku sudah dengar. Jangan begitu, Kamu pikir saya tega menagih uang
pada kakak sendiri?
Kazuma : Memang benar, saya dan kamu lahir dari ibu yang sama, tapi hal itu
bukan alasan untuk tidak membayar, apalagi saya dan ayahmu tidak ada hubungan
sama sekali.
Masumi : Ayahku kalau mendengar kata-kata tadi, pasti akan senang sekali.
Kazuma : Saya berkata begitu bukan untuk menyenangkan hati ayahmu!
Sebaliknya, saya ingin segera pindah dari kamar VIP ini.
Masumi : Hal ini tidak boleh terjadi.
Kazuma : Saya tidak sanggup membayar biaya kamar VIP.
Masumi : Tetapi, baikkah hal ini? Kak, kamu dalam 2-3 hari ini akan
diinterogasi oleh pihak kepolisian kan? Kalau kamu tinggal di kamar
umum mesti bagaimana? Semua orang akan tau kalau kamu itu homo.
Kazuma : Masumi!
Masumi : Pasien rawat inap diluar iseng sekali, isu tentangmu akan cepat sekali
beredar ke seluruh rumah sakit, kukira kamu pasti tidak akan senang. Apalagi
kamu ditikam karena meninggalkan cowok yang mencintaimu, tidak ada yang akan
bersimpati padamu.
Kazuma: Jangan berkata yang tidak-tidak! Saya bukan homo!
Masumi: Keadaan sudah seperti ini, tidak usah menyembunyikan hal itu dariku
lagi. Sekarang gay bukan hal yang aneh koq, apalagi kakak cantik sekali, aku
sudah tau pasti akhirnya akan seperti ini.
Kazuma: Masumi, kamu salah.
Masumi: Lagipula, kalau dipindahkan ke kamar biasa, itu tidak boleh.
Kazuma: Iya juga. Kalau membiarkan semua orang tau kalau keturunan dari pemilik
rumah sakit Ootori itu punya kakak yang begini, bukanlah suatu hal yang bagus.
Masumi: Tidak ada hubungannya denganku.
Kazuma: Tidak. Walaupun kamu tidak keberatan, tetapi sebagai anak dari ayah
seorang kepala rumah sakit pasti tidak akan mengijinkannya, sebab itu aku
disembunyikan di kamar VIP ini.
[....................]
Kouichi: Yah, benar-benar suatu musibah.
Masumi : Kouichi!
(Kazuma dalam hati) Ibuku melahirkanku sebelum menikah, dan tak lama kemudian
ia menikah denga Utsuki Seiji. Memalsukan masa lalu sendiri, dan meninggalkanku.
Pernikahannya yang kedua adalah dengan pemilik rumah sakit ini kepala RS Ootori
Noboru. Ibu melahirkan 3 anak cowok dengan 3 orang lelaki yang berbeda, yaitu
aku, Ootori Masumi serta Utsuki Kouichi.
Kouichi: Ayahku boleh dengan terang-terangan memecatmu.
Kazuma : Kalau begitu aku juga tak bisa berbuat apa-apa.
Kouichi: Kudengar kamu seorang homo?
Kazuma : Aku bukan homo. Kamu tak percaya juga tidak masalah.
(Kazuma dalam hati) Bukan suatu kebetulan yang baik, perusahaan tempatku bekerja
adalah milik Utsuki Seiji. Hari pertama aku masuk kerja, Utsuki Seiji menatapku
dengan pandangan yang tajam.
Kouichi: Kamu benar-benar berhubungan dengan lelaki?
Kazuma : Apa yang sedang kamu bicarakan?
Kouichi: Ayo beritahu padaku, apakah kamu benar-benar pernah melakukan "itu"
dengan lelaki?
Kazuma : Tidak!
Kouchi : Omong kosong! Kamu sudah memberitahu semuanya kepada pihak polisi.
Kazuma : Kalau memang sudah tahu, yah tidak perlu tanya lagi.
Kouichi: Aku ingin tahu bagaimana caranya kamu melakukannya dengan para lelaki.
Kazuma: Kamu tak akan pernah mengerti! Kengerian, rendahnya, pedihnya perasaan
yang didapat dengan bercinta dengan lelaki, dan lagi...
Kouichi: Dan lagi? Dan lagi apa?
Kazuma : Tidak, tidak apa-apa.
(Kazuma dalam hati): Dan lagi rasa seperti kesemutan yang tak terlupakan itu.
Pada saat perasaan itu datang, aku seperti berubah dari korban menjadi pelaku.
Kouichi: Lupakanlah, lain kali baru kutanyakan lagi soal ini. Oh ya, aku datang
tujuannya adalah untuk menyuruhmu mengisi formulir pengunduran diri. Kalau
kamu datang bekerja lagi di perusahaan, juga tidak baik akibatnya bagi perusahaan,
jadi kamu pikirkan saja satu
alasan yang masuk akal untuk mengundurkan diri. Nanti kalau kamu sudah mampu
turun dari ranjang baru tulis juga boleh.
Kazuma : Aku mengerti.
(Di halaman)
Kazuma : Tuan Ootori.
Noboru : Sepertinya keadaanmu sudah lebih baik.
Kazuma : Berkat anda, sudah lebih lumayan.
Noboru : Sesekali berjalan-jalan di luar akan membuatmu merasa lebih baik.
Kazuma : Um.
Noboru : Ini adalah suatu musibah
Kazuma : Saya masih beruntung. Tapi soal masalah biaya rawat inap, saya benar-benar
minta maaf.
Noboru : Kupikir Masumi sudah memberitahumu, karena kebetulan kamar itu lagi
kosong, jadi kami membiarkanmu tinggal disitu saja. Kuharap tidak membuatmu
merasa tak senang.
Kazuma : Terimakasih banyak atas bantuan anda.
Noboru : Kalau dilihat lagi, kamu benar-benar mirip Miyuko *ini asal tebak
saja, nanti diperbaiki lagi kalau ada waktu* Dia adalah seorang gadis yang
sangat jelita, tak disangka kamu mewarisi semua kecantikannya, benar-benar
membuat orang takjub, seperti Miyuko hidup kembali saja. Sepertinya kamu malah
lebih lembut dan feminim *sensitif?* dari dia.
Kazuma : Itu...
Noboru : Melihatmu begini, sepertinya kamu ada sedikit kemiripan dengan Masumi.
Hubungan darah memang suatu hal yang menakutkan.
(Kazuma dalam hati): Sepertinya dia memperhitungkan suatu hal terhadap aku
memiliki hubungan darah dengan Masumi.
Kazuma : Permisi, saya ingin kembali ke kamar.
SCENE 3 予兆 4:15 (Bagian 3: Petanda Buruk)
Kouichi : Yo, sudah agak baikan? Aku datang menjengukmu. Nih kubawakan melon,
ayo makan bersama.
Kazuma : Waktu untuk menjenguk pasien sudah lewat dari tadi.
Kouichi : Ini tidak perlu kamu bilang. Dengar-dengar, kamu sudah membuka jahitan,
kata Masumi sakit banget deh!
Kazuma : Kalian... mendiskusikan hal ini dibelakang saya?
Kouichi : Masumi bilang... kulitmu cantik sekali, seksi deh.
Kazuma : Aku tak ingin membahas masalah itu.
Kazuma : Hentikan! Apa yang sedang kau lakukan?!
[... terdengar suara baju dibuka]
Kouichi : Kamu sudah memperlihatkannya kepada bajingan Minemura itu kan?
Kazuma : Kamu aneh-aneh saja *pervert?*! Apa yang ingin kau lakukan?
Kouichi : Tidak apa-apa. Aku cuma agak tertarik denganmu.
Kazuma : Jangan ngomong hal yang menjijikan seperti itu!
Kouichi : Aku mah... tidak akan bercinta denganmu seperti si Minemura itu.
Kazuma : Heh?
Kouichi : (tertawa...) Kau gemetaran?
Kazuma : Kau!
[menekan bel pertolongan]
(Kazuma dalam hati): Cepat! Cepat datang! Suster! Siapa saja!
[pintu dibuka]
Masumi : Kak, dilarang melakukan hal seperti ini dikamar pasien.
Kazuma : Bukan... bukan seperti itu.
Masumi : Bukan apa?
Kazuma : Bukan saya. Dia, Kouichi bersikeras mau melihat bekas lukaku
...
Masumi : Itu sebabnya dia dengan paksa menimpa badanmu begitu?
Kouichi : Benar, dia bergerak-gerak terus. Saya tidak bisa melihatnya dengan
jelas.
Masumi : Dia cuma ingin melihat lukamu, biarkanlah dia melihatnya.
Kazuma : Kau seorang dokter, kenapa kamu bicara seperti itu?! Lukaku dengan
susah payah baru bisa rapat.
Masumi : Bukan begitu, kak. Cuma melihat-lihat luka, bukan dengan jari menusuk
kedalam rongga lukamu koq, bukanlah suatu hal yang keterlaluan.
Kazuma : Aku tidak mau!
Kouichi : Jangan pasang ekspresi memelas begitu ya! Kami bukan ingin memperkosamu
koq, dan lagi kalau dengan kekerasan, lukamu malah akan terbuka lagi!
Kazuma : Lepaskan! Jangan...
Masumi : Tidak apa-apa, kak.
Kazuma : Jangan! Jangan! JANGAN!..............
[.............]
Masumi : Katamu lukanya sakit? Sekarang gimana?
Masumi : Kau marah ya, kak?
Kazuma : Tentu saja! Berkat kalian, lukanya terbuka lagi!
Masumi : Maafkan kami, telah melakukan hal yang keterlaluan, saya sadar bersalah.
Kazuma : Tidak perlu permintaan maaf darimu! Keluar! Aku tidak ingin melihatmu
lagi!
Masumi : Tolong jangan jutek seperti itu. Kedatanganku hari ini adalah untuk
memberitahukan sesuatu pada kakak.
Kazuma : Aku tidak ingin mendengar apapun!
Masumi : Tapi.... aku sudah bertunangan dengan Dokter Kobayashi Makiko dari
bagian medis.
Kazuma : Dokter Kobayashi? Bukannya usianya lebih tua darimu?
Masumi : Lebih tua 12 tahun
Kazuma : Lebih tua... 12 tahun?
Masumi : Ayahku khawatir kalau aku sendirian yang mewarisi rumah sakit ini,
dan lagi dia juga baik dan disukai orang-orang.
Kazuma : Kamu kira... dengan begitu sudah baik?
Masumi : Yah. Dia lembut, sangat mengerti aku, dan aku merasa dia sedikit
banyak mirip ibu.
(Kazuma dalam hati) Mirip ibu? Kalau dipikir-pikir, setelah ibu melahirkan dia sudah langsung bercerai, karena itu dia tak pernah merasakan kasih sayang ibu.
SCENE 4 インセスト 6:47 (Incest)
Kazuma : Nama saya Yokota, saya datang untuk membayar biaya rawat inap.
Suster : Silakan tunggu disebelah sana sebentar.
Kazuma : Baik
[...........]
Suster : Tuan Yokota, Tuan Yokota Kazuma.
Kazuma : Ya?
Suster : Biaya rawat inap tuan Yokota Kazuma sudah dibayar lunas sepenuhnya.
Kazuma : Apa? Mana mungkin. Bisakah anda beritahu saya siapa yang membayarnya?
Suster : Hal ini, saya juga susah untuk mencari tahu siapa yang membayar.
Kazuma : Kalau begitu, saya ingin tahu berapa jumlah total biayanya?
Suster : Silahkan ditunggu. Termasuk biaya perawatan khusus semuanya berjumlah
2.9 juta *yen*
Kazuma : Begitukah? Terima kasih.
Suster : Itu, perlukah saya memanggilkan kendaraan?
Kazuma : Tidak, tidak perlu.
(Narasi Kazuma): Pada hari kedua aku pulang ke apartemen, aku langsung ke bank dan menulis cek sebesar 1 juta yen. Lalu, aku melampirkan sepucuk surat, memberitahukan bahwa 1 juta yen itu adalah setengah dari pembayaran untuk biaya rawat inap, kukirimkan cek itu pada kepala rumah sakit Ootori.
(suara telepon berdering)
Kazuma : Ya? Dengan Yokota.
Masumi : Kak, ini Masumi.
Kazuma : Ada apa?
Masumi : Ceknya sudah sampai, tapi aku tidak dapat menerimanya.
Kazuma : Jangan begitu.
Masumi : Aku... tidak alasan untuk menagih uang pada kakak sendiri.
Kazuma : Uang untuk membayar perawatanku bukanlah uangmu sendiri, tapi mestinya
dari ayahmu, yang kepala rumah sakit itu? Walaupun aku dan kamu adalah saudara,
tapi sama sekali tak ada hubungannya dengan kepala rs. Aku sudah pernah mengatakannya,
tak ada alasan bagiku supaya dia yang menanggung.
Masumi : Tunggu sebentar, kak...
(telepon ditutup. telepon berdering lagi, kabel telepon dicabut)
(Narasi kazuma) Hari kedua setelah aku memutuskan telepon Masumi, aku pindah rumah. Aku tidak pamit pada siapaun, tidak ingin siapapun tahu, supaya aku bisa melewati kehidupan baru di tempat yang baru
(bel pintu berdering)
Kazuma : Sepertinya salesman kah?
(pake baju, lari buka pintu)
Kazuma : Kouichi...? Kau gimana... disini...
Kouichi: Mencari tahu. Kalau ada uang, tak ada yang tidak bisa dicari tahu.
Kazuma : Cara berpikir seperti ini tidak benar!
Kouichi: Kau bilang tidak benar? Lalu mengapa kau pindah tanpa sepatah katapun
ke tempat seperti ini?
Kazuma : Mengapa pula aku harus melapor padamu!
Kouichi: Karena kamu adalah kakak saya!
Kazuma : Ini tak ada hubungannya!
Kouichi: Kamu merasa tak ada hubungannya, tapi aku merasa ada!
Kazuma : Aku tidak ingin merepotkan kalian lagi.
Kouichi: Kamu tidak merasa ini memang sedang merepotkan kami?
Kazuma : Kalau kau tidak memperdulikan aku lagi, aku yakin pasti tidak akan
merepotkan kalian lagi! Tolong sampaikan hal ini kepada ayah kalian juga.
Tolong kalian jangan muncul di hadapanku lagi!
Kazuma : Tidak mau!
Kouichi: Kouichi...? Apa yang... mau kau lakukan?
Kazuma : Kau pikir kau bisa lari?
Kazuma : Kau... mau... melakukan... apa?
Kouichi: Biarkan aku melakukannya.
Kazuma : Kau lupa aku adalah kakakmu?! Jangan!
Kouichi: Aku ingin mencobamu. *ga jelas dia ngomong apaan*
Kazuma : Mengapa, bukankah kita adalah saudara kakak beradik sedarah?
Kouichi: Lupakanlah itu.
Kazuma : Mengapa... apa yang telah kulakukan? Jangan! Aku benci
dibegitukan!
(pintu dibuka)
Masumi : Maaf menggangu.
Kouichi: Tunggu, Masumi! Kunci pintunya! Cepat kemarilah dan bantu aku!
Masumi : Tapi... kak Kouichi...
Kazuma : Jangan melakukan hal yang bodoh!
Kouichi: Kau ingin aku menamparmu lagi? Kau takut ditampar?
Kazuma : Tolong kak, hentikan.
Kouichi: Masumi, jepit tangannya.
Masumi : Aku disebelah sini saja bolehkah?
Kouichi: Tentu saja boleh, tapi jangan beritahu hal ini kepada orang lain!
Masumi : Aku mengerti, tentu saja. Tapi, aku juga punya andil.
Kouichi: Andil?
Masumi : Iya. Dari pertamanya, aku sudah sangat ingin bercinta dengan kak
Kazuma.
Kazuma : Apa yang ingin kalian lakukan?
Kouichi: Aku duluan. Buka kakimu.
(dalam hati Kazuma) Tuhan! Mengapa cuma aku... yang mengalami hal ini?
Kouichi: Kazuma...
Kazuma : Aah... (mendesah) jangan...
Masumi : Kakak... (suara orang memotret)
Kouichi: Undurkan dirimu dari pekerjaanmu yang sekarang, mengerti?
Kazuma : Aah... (mendesah)
Kouichi: Mengerti? Kalau kamu tidak mengundurkan diri, aku akan mengirim foto-foto
ini ke kantor tempatmu bekerja.
Kazuma : Ah... (mendesah) Aku... me... nger... ti... jan... jangan...
Kouichi: Anak pintar. Jangan lupa mengundurkan diri ya.
Kazuma : Aku... aku pasti mengundurkan diri. Tolong ampunilah aku....
SCENE 5 契約 6:29 (Bagian 5: Kontrak)
(ketukan pintu)
Kazuma: Kalian! Ngapain kemari?
Kouichi: Kau sudah resign, benar?
Kazuma: Aku sudah resign seperti kemauanmu, sudah puaskah kau?
Kouichi: Jangan marah donk. Ini juga demi kebaikanmu.
Kazuma: Demi kebaikan kalian tepatnya!
Kouichi: Ini foto yang waktu itu.
Kazuma: Itu...
Kouichi: Ya foto kami dan kamu berhubungan seks itu lho.
(foto dikoyak)
Kouichi: (tertawa...) Tidak ada gunanya. Negatifnya masih ditempatku. Aku
mau cuci extra berapa lembar lagi juga bisa.
Kazuma: Kembalikan negatifnya padaku! Ini adalah perjanjian kita!
Kouichi: Perjanjian?
Kazuma: Kalau aku resign dari pekerjaanku, kau janji akan memberikan negatif
filmnya padaku.
Kouichi: Aku tidak pernah berjanji apa-apa ke kamu. Sekarang aku baru mau
mengadakan perjanjian.
Kazuma: Apa kau bilang?!
Kouichi: Mulai malam ini kami akan tinggal disini seterusnya. Lain kali aku
akan datang beberapa kali dalam seminggu, Masumi juga akan datang. Kau akan
menjadi pasangan seks kami.
Kazuma: Jangan bercanda!
Kouichi: Aku tidak lagi bercanda ya. Ini serius. Benar tidak, Masumi?
Masumi: Um... iya....
Kazuma: Kau juga... jangan bercanda!!
Kouichi: Bukankah aku sudah bilang ini bukan bercanda? Kami serius. Kami mau
menganggapmu sebagai kekasih kami.
Kazuma: Tidak mau!
Kouichi: Masumi, jangan biarkan dia kabur.
Kazuma: Masumi! Kau juga...
Masumi: Kak, maafkan saya...
Kazuma: Ah?
Kouichi: Ok, ikat tangannya.
Kazuma: ....Sakit! Lepaskan!
Kouichi: Aku takkan menamparmu lagi, jangan ketakutan seperti itu, seperti
aku lagi melecehkanmu saja.
Kazuma: Jangan melakukan hal yang keras kepala!
Kouichi: Masumi, kamu duluan saja.
Kazuma: Berdiri! Jangan! Jangan dekat-dekat aku!
Masumi: Tidak apa-apa, aku tidak akan macam-macam seperti terakhir kali.
Kazuma: Lepaskan! Ah... (mendesah) ......................
Kazuma: Mengapa kalian harus begitu terhadapku?
Kouichi: Karena aku mencintaimu.
Kazuma: Jangan bicara hal yang tak enak didengar seperti itu.
Kouichi: Aku serius.
Kazuma: Masumi, masa kamu juga mau bilang seperti begitu? Bukakah kamu sudah
punya tunangan?
Masumi: Um. Aku sudah kecanduan. Akhirnya aku juga melakukan hal itu dengan
beberapa cewek, tapi rasanya tidak seenak kalau melakukannya dengan kakak.
Seperti makan makanan yang hambar, cuma supaya kenyang, sama sekali tidak
ada kepuasan. Kakak bukan saja mirip ibu, untuk bagian itu... juga enak banget.
Kazuma: Jangan bercanda! Karena alasan seperti ini kalian boleh menganggapku
seperti mainan begitu?
Kouichi: Begitu tidak baikkah? Kalau bukan karena kita, kau juga akan dijadikan
pemuas nafsu oleh cowok lain. Oleh karena itu kami akan melindungimu.
Kazuma: Maksudmu aku mudah menarik perhatian cowok?
Kouichi: Kalau aku sih, dari pertamanya sudah sangat memperhatikanmu. Walaupun
ayahku tidak memberitahukanmu apapun, tapi aku segera mengerti, karena kau
mirip sekali dengan ibuku yang kecantikannya adalah satu-satunya daya tariknya.
Kazuma: Kalau kau itu begitu mencintai ibu, dengan melihat foto ibu sudah
bisa memuaskan hatimu, jangan mengganguku lagi!
Kouichi: Jangan begitu mudah histeris lah, kalau tidak memberimu pelajaran
sekali lagi, kau tidak akan mengerti ya?
Kazuma: Jangan!
Kouichi: Mumpung disini ada seorang dokter, kalau kelewatan dikit juga ga
apa-apa kayaknya.
Kazuma: Apa mau kau lakukan?
Kouichi: Gimana kalo permainan SM?
Kazuma: Berhenti!
Kouichi: Masumi, tahan dia.
Kazuma: Jangan! Masumi! ....jan...ngan.... (mendesah)
Kouichi: Bagaimana, enak kan. Kalau bagian ini diikat, kamu ga bakalan bisa
nembak lho.
Kazuma: Aah.... (mendesah)..... Tolong, aku akan melakukan sesuai kehendakmu....
Matikan itu...
Kouichi: Jangan lupa kata-katamu sendiri ya.
Kazuma: Nnnhh... (mendesah).... (suara berdengung)
Kouichi: Aku akan mencari sebuah rumah yang bagusan, nanti kau tinggal disitu
saja.
Masumi: Kak, minumlah wiski ini, rasanya akan sedikit lebih enak.
Kouichi: Aku akan membeli semua perabotnya. Perabotan disini waktu pindah
nanti suruh perusahaan pindahan buang saja. Setiap bulan tanggal 1 aku akan
memberimu 400 ribu *yen* Itu buat keperluan hidupmu. Kalau kau butuh apa-apa
lagi, nanti pada waktunya beli saja lagi.
Kazuma: Tidak mau.... kalau mau aku jadi kekasih... setiap bulan mesti 1 juta,
kalau tidak aku tidak mau.
Kouichi: Heh... 1 juta ya 1 juta. Dengan harga 1 juta jadi kekasih, ini adalah
janjimu sendiri ya.
Kazuma: Bu.. bukan begitu.
Kouichi: Aku dan Masumi akan patungan 500 ribu per orangnya, jadi 1juta. Setiap
bulan tanggal 1 kami akan menyerahkan uangnya padamu, sebagai gantinya, kamu
tidak boleh kabur dari tempat kami ini.
SCENE 6 愛奴 18:11 (Bagian 6: Budak Seks)
(Narasi dalam hati Kazuma): Kouichi memberiku sebuah tempat tinggal yang memiliki kolam renang yang bisa dipakai setiap harinya dan merupakan sebuah apartemen yang high-class. Tempat ini termasuk bagian dari real-estate dari perusahaan Utsuki, dan apartemen ini merupakan satu-satunya milik Utsuki Seiji.
(telepon berdering) Ah, ini dari bank Dowa, pukul 10 pagi ini, rekening tuan
Kazuma mendapat transfer 1 juta yen, demikian kami sampaikan.
(Dalam hati Kazuma): Benar-benar memasukkan 1 juta yen ke rekeningku, walaupun
dia anak dari orang kaya, tak pernah dibayangkan bahwa dia akan menjadikan
seorang pria yang berumur 25-6 tahun sebagai kekasihnya, setiap bulannya bersedia
membayar 1 juta yen. Hubungan seperti ini mestinya tidak akan berlangsung
lama, baru mulai baru bisa begitu.
(pintu dibuka)
Masumi: Lagi ngapain? Kak, mari berendam bersama yuk?
Kazuma: Di waktu siang bolong begini?
Masumi: Iya...
(suara air)
Masumi: Badan kakak, A... lembut sekali, mengandung kelenturan, dan perasaan
seperti kulit orang yang masih muda. Disini... amat cantik sekali!
Kazuma: Um.... Jangan! Gatal!
Masumi: Mari kubantu bersihin badanmu, jangan bergerak ya.
Kazuma: Jangan! .... Nnh...
Masumi: Kakak bergerak terus, menyebabkan jari tanganku kesentuh bagian yang
sensitif ini....
Kazuma: Nnhh... Masumi....
Masumi: Lagi, panggil namaku lagi.
Kazuma: Aah...
Masumi: Kak, ayo katakan, katakan masuk...
Kazuma: Jangan ah! Aa... jangan....
Masumi: Ayo katakan, kak. Katakan "Masumi, masukkan...."
Kazuma: Nnnhh... Aa.... Nnnhh... Masukkan...
Masumi: Baik, sekarang aku masukkan ya?
Kazuma: Aa... n...... aaaaa.... n...... Masumi, ga tahan lagi! Su... sudah...
ooaaaaa....... haa... haaaahh.... haaahhhh.... nnnnnhhh... hah... hah...
Masumi: Rasanya gimana? Kayaknya sakit sekali.
Kazuma: Haaa.... haaaah.... kamu sih, begitu sampai... beberapa kali...
Masumi: Kalau begitu mari kita bersabar dikit. Sekarang lubang anusmu mestinya
sudah agak longgar, ga akan sakit. En, bagian itu tidak berdarah, mau coba
sampai bagian prostat?
Kazuma: Apa katamu?! Jangan bercanda!
Masumi: Tidak perlu terkejut seperti itu. Atau, masih malu? Haha, aku sih
suka banget hal seperti ini. Mungkin karena profesiku sebagai dokter, oleh
karena itu tidak terlalu anti. Mainan bayi juga tidak jelek.
Kazuma: Kau jangan keterlaluan ya!! Jangan membuatku takut!
(suara air)
Masumi: Aah! Cuma bercanda, jangan marah... aku akan melakukannya dengan lembut,
oleh karena itu, ayo sekali lagi... boleh kan, kakak ......
(pintu ditutup)
Kouichi: Emosional sekali. Setidaknya kita mesti pesan lauk tahun baru. Nah,
bagaimana kalo kita coba mie panjang umur?
Kazuma: Malam tahun baru kau kemari buat ngapain?
Kouichi: Jangan dingin begitu. Aku hanya ingin melewati tahun baru bersamamu.
Kazuma: Aku terima kebaikanmu.
Kouichi: Jangan dingin begitu donk. Ayo kemari.
Kazuma: Tidak mau! Kau mau ngapain?
Kazuma: Ja.... nga... n... Kouichi.... jangan... (mendesah)
Kazuma: Kau tidak punya kekasih?
Kouichi: Punya.
Kazuma: Kalau begitu, di hari istimewa seperti ini, kau mestinya melewati
bersamanya, sebaliknya bukan dengan aku.
Kouichi: Cewek mah, aku sudah capek, sekarang kamulah kekasihku.
Kazuma: Sebagai kekasih itu, mestinya suka sama suka. Hubungan kita kan bukan
begini, lagipula, kalian cepat lambat pasti bosan denganku, sekarang aku bagaikan
mainan menarik yang baru kalian peroleh.
Kouichi: Biarpun kau berkata begitu, kemarin malam bukankah kau amat bergairah?
Kazuma: Itu...
Kouichi: Kau, walaupun nolak terus, tapi begitu ditancepin, terus merasa bergairah
sekali, kau hebat deh.
Kazuma: Kau mau bilang apa lagi?
Kouichi: Menurutmu, aku dengan Masumi, mana yang lebih baik?
Kazuma: Aku tak mau diskusi soal ini.
Kouichi: Kau kan dipaksa. Mestinya denganku lebih ada feeling.
Kazuma: Kau lagi ngomong perkataan bodoh apa.
Kouichi: Mari lakukan sekali lagi, setelah itu kita makan diluar yuk. Walaupun
malam tahun baru, restoran hotel masih tetap buka.
(suara telp)
Kazuma: Telepon...
Kouichi: Biarkan saja.
Kazuma: nnnhhhhhhh................
(pintu ditutup)
Masumi: Kak Kouichi sudah datang?
Kazuma: Sudah.
Masumi: Kapan? Jam berapa dia datang?
Kazuma: Datangnya waktu malam tahun baru *31/12*
Masumi: Dan terus tinggal disini?
Kazuma: Malam tanggal 1 sudah pulang.
Masumi: Kalau begitu, kali pertamamu hari ini sudah diberikan ke dia? Hari
ini kita main yang lain, ok?
Kazuma: A.. apa?
Masumi: Eng..... bagaimana ya, walaupun kakak sudah cukup penurut, tapi aku
tetap merasa kakak tidak begitu suka denganku.
Kazuma: Bukan begitu.
Masumi: Aku mengerti. Karena tak peduli berapa lama, setiap aku menyentuhmu,
tubuhmu mulai kaku.
Kazuma: Itu karena...
Masumi: Walaupun kau punya feeling terhadapku, tapi aku pikir kau merasa Kouichi
tetap lebih baik daripada aku, pasti begitu.
Kazuma: Bagaimana bisa jadi begini?
Masumi: Lupakan, walaupun kau stres begitu, walaupun kau lebih suka Kouichi,
tapi kalau kakak tetap mau menjadi milikku itu sudah cukup.
Kazuma: Masumi...
Masumi: Tapi, kau mungkin bisa menangis.
Kazuma: Tolong jangan melakukan hal yang kejam, aku akan menuruti apapun katamu.
Masumi: Kakak kalau berterus terang imut sekali.
Masumi: Kau bilang lagi tak enak badan? Mari kuperiksa.
Kazuma: Maaf merepotkan.
Masumi: Hm... sepertinya masuk angin. Kalau istirahat dengan baik akan segera
sembuh, aku akan menyuntikmu sekali.
Kazuma: Um.
Masumi: Lepaskan bajumu. Aku akan menyuntikmu. *Shun: suntik perlu lepas baju?
^^;*
(habis disuntik)
Masumi: Selesai. Setelah ini, kalau tidak mengkonsumsi sedikit nutrisi juga
tak baik...
Kazuma: Kau mau ngapain?
Masumi: Kali ini aku mau memberimu "injeksi" sedikit nutrisi protein.
Kazuma: Hentikan! aku lagi sakit!
Masumi: Tidak apa-apa, sekali saja beres. Tapi supaya kau tidak terlalu menguras
tenaga, ada bagusnya kamu jangan terlalu gembira, sekarang ini kamu belum
ok benar.
Kazuma: Aa... (mendesah)
Masumi: Bercinta dengan orang yang lagi demam enak rasanya, tubuhmu rasanya
hangat sekali. Um.... hangat... hangat sekali, benar-benar hangat sekali,
rasanya enak banget.
Kazuma: Ja... jangan... (mendesah) ... aaa... Masumi...
Kazuma: 38 derajat, panasnya belum turun
(bel pintu)
Noboru: Maaf mengganggu
Seiji: Maaf mengganggu
Kazuma: Tuan utsuki dan tuan ootori?
Seiji: mengganggumu disaat sedang beristirahat, sori
Kazuma: Saya sedang masuk angin
Kouichi bukkannya pernah datang ya?
Kazuma: Tidak, belakangan...
Noboru: Masumi juga datang?
Kazuma: Keduanya juga tidak... Tunggu, saya pergi ganti baju dulu.
Seiji: Perabotan ini semuanya punya kekhasan yang disukai Kouichi
Kazuma: Ah?
Seiji: Kamu tahu setiap bulan yang ditransferin 1 juta ke kamu adalah pemberian
dari siapa?
Kazuma: Tidak, tidak tahu.
Seiji: Itu adalah pemberian dariku dan Ootori-san masing-masing 500 ribu.
Coba pikir, apakah mereka sanggup membayar sebanyak itu?
Kazuma: Saya pikir juga begitu.
Seiji: Tapi, kami adalah para ayah, suatu hari nanti mereka pasti akan membalasnya.
Namun yang mengeluarkan uang adalah kami, walaupun kamu adalah kekasihnya
mereka, tapi sebenarnya adalah milik kami, ya dengan kata lain kamu adalah
kekasih kami.
Kazuma: Jangan ngomong yang bukan-bukan!
Seiji: Bercanda, tapi kamu benar-benar hebat!
Kazuma: Saya?
Seiji: Kau mempermainkan kedua adikmu bagaikan membalikkan telapak tanganmu
sendiri, benar-benar anak dari Mieko.
Kazuma: Apa maksudnya mempermainkan membalikkan telapak tangan sendiri?
Tolong jangan bercanda!
Seiji: Bukan begitu?
Kazuma: Kamu tau perasaan rendah karena dipaksa oleh cowok yang usianya
lebih muda 2-3 tahun dari kamu, apalagi itu adalah adik kandung
sendiri?! Kau mengerti perasaanku kah?
Seiji: Maaf, aku tidak pernah punya pengalaman seperti ini
Kazuma: Tolong anda pulang. Saya lagi tidak enak badan.
Seiji: Iyakah? Mungkin sebaiknya kami pulang...
Kazuma: Aku difoto, mereka memerasku dengan foto.
Seiji: Kalau begitu, kalau negatif filmnya dikembaliin ke kamu, kamu pasti
akan memutuskan hubungan dengan Kouichi mereka?
Kazuma: Ya.
Seiji: Benar?
Kazuma: He eh. Aku cuma mau melewati hidup yang tenang. Sejujurnya, sejak
kecil aku tidak pernah bahagia, ditinggalkan ibu, dibesarkan oleh saudara,
seperti bola ditendang kesana kemari, makanya aku ingin punya sebuah keluarga
yang normal dan ayah ibu yang normal.
Seiji: Kau ingin menikah dengan wanita?
Kazuma: Um, kalau memungkinkan.
Seiji: Saya mengerti, aku akan membantumu sebisaku.
(Kazuma) Tidak tahan lagi... pening... *pingsan*
(dalam hati): 10 hari kemudian, lewat Utsuki Seiji, aku berkenalan dengan
seorang cewek. Kami janji bertemu di Kamakura, tapi lewat 2 jam dia blm nongol
juga.
Kouichi: Oi, sudah pulang?
Kazuma: Kouichi, ada apa...
Kouichi: Kau dicampakkan cewek?
Kazuma: Kau udah tau?
Kouichi: Cewek itu mah, aku memberinya kartu namaku, memberitahunya bahwa
aku ingin bertemu dengannya lagi, dan dia langsung melupakan janji denganmu.
Kazuma: Apa kau bilang?
Kouichi: Begitulah cewek. Dibandingkan dengan karyawan biasa sepertimu, apalagi
sekarang masih pengangguran, dia pasti akan berpaling ke anak tunggal dari
pemilik perusahaan Utsuki.
Kazuma: Jangan-jangan, kamu...!
Kouichi: Seperti yang kamu pikirkan. Tidak peduli kau ingin bertemu berapa
kali, aku akan membatalkan semuanya! Dulu kau pernah bilang kau bukan homo...
Kazuma: Jangan! apa maumu?!
Kouichi: Tapi kau adalah seorang homo yang hebat, berbohong itu tidak baik
lho. Suara yang kau keluarkan waktu itu, mau kuajarkan lagi padamu?
Kazuma: Kouichi!
Kouichi: Badanmu sama sekali tidak cocok untuk bercinta dengan cewek, aku
akan membuatmu menyadari itu!
(suara telp)
Kazuma: Ennggggghhh... (mendesah)
Kouichi: Angkatlah telpon itu! Ayahku lagi menunggu.
Seiji: Halo, Kouichi?
Kouichi: Ini saya, ada yang mau kubicarakan.
(mendesah)
Seiji: Kazuma?
(mendesah)
Seiji: Apa yang sedang kalian lakukan?!
Kouichi: Kami sedang bercinta...
Kazuma: Ja... jangan...
Kouichi: Katakan, seperti aku tadi, katakan dengan jelas kepada ayahku, katakan
kau tidak bersedia pisah denganku.
Kazuma: Jangan! Kouichi...
Kouichi: Kalau kau membangkang...
Kazuma: Aa.... jan... gan....
Kouichi: Kau cuma bisa bicara begini? Kalau begitu biarkan ayahku mendengarkan
suara yang lebih merdu! Dan katakan padanya kalau kau tidak bersedia berpisah!
Kazuma: Ja... jangan... sepertinya ada sesuatu... ada sesuatu... dalam tubuhku!
jangan! .... jangan masuk... Kouichi!
Seiji: Kazuma, tidak apa-apa kah?
Kouichi: Kau dapat merasakannya?
Kazuma: A... jangan.... menakutkan... aaaaaa.....
SCENE 7 五角形の複合 11:45 (Bagian 7: Formasi Segi Lima)
Kazuma: Dengan Yokota
Noboru: Kazuma kah?
Kazuma: Tuan Ootori? Ada apa?
Noboru: Kamu tidak datang pesta pernikahan Masumi beberapa hari yang lalu?
Kazuma: Saya minta maaf sebesar-besarnya, anda secara pribadi mengirimkan
undangan.
Noboru: Saya tidak menyalahkanmu, setiap orang pasti ada kesibukansendiri.
Mulai sekarang, saya juga ingin melewati kehidupan yang kuinginkan, menikmati
masa tua dengan baik.
Kazuma: Masa tua apa, anda kan baru berumur 40 tahun.
Noboru: Benar, mestinya disebut kehidupan kedua kalinya? Malam ini makan bersama
yuk.
Kazuma: Malam ini saya ada keperluan.
Noboru: Kalau begitu, bagaimana kalau besok? Saya ada sesuatu untuk dikembalikan
padamu.
Kazuma: Besok saya harus mempersiapkan diri untuk perkerjaan baru.
Noboru: Dengar-dengar kau mau bantu-bantu di perusahaan real estatenya
Utsuki? Kalau begitu, lusa bisa?
Kazuma: Ok deh, lusa boleh lah.
Noboru: Kalo begitu, lusa malam.
Seiji: Telepon dari tuan Ootori kah?
Kazuma: Tuan Utsuki! Anda datang kemari ada keperluan apa?
Seiji: Ini kan sebenarnya termasuk apartemen saya, saya punya kuncinya
Kazuma: Apa!
Seiji: Saya sibuk sekali, tidak ada banyak waktu.
Kazuma: Ada apa?
Seiji: Saya datang untuk mengecek kepemilikanku. Kouichi tidak memberitahukanmu?
Aku akan datang hari-hari ini.
Kazuma: Jangan!
Seiji: Ayolah, ke kamar tidur.
Kazuma: Lepaskan!
(meronta... lari... pintu dikunci...)
Seiji: Bagaimanakah? tidak perlu mandi kan, keluar! Atau kamu mau aku sendiri
menarikmu keluar? Perlakuan untuk kau keluar sendiri dan aku yang menarikmu
keluar itu beda lho.
Kazuma: Silahkan pulang.
Seiji: Masa kau hanya ingin menyimpan kesucianmu untuk Kouichi mereka? Lagipula,
kau takkan lari dari genggamanku.
Kazuma: Tolonglah, jangan pedulikan aku.
Seiji: Sudah waktunya kau keluar, atau lebih baik kudobrak?
Kazuma: Jangan!
Seiji: Aku akan membuka pintu dengan kunci serba-bisa ya.
Kazuma: Ah?! Apa...
Seiji: Kau ingin memukulku dengan alat pencuci muka?
Kazuma: Bagaimana bisa...
(tamparan...)
Kazuma: Lepaskan, jangan pukul aku.
Seiji: Kau tidak suka dipukul? mengapa kau tidak menuruti kata-kataku?
Kazuma: Jangan! Jangan bunuh aku!
Seiji: Bagaimana mungkin aku membunuhmu? Kau penakut sekali. apakah karena
sudah lama dipeluk cowok, bahkan sikapmu juga menjadi seperti cewek?
Kazuma: Tolong keluar, orang sepertiku, kau mestinya tidak akan tertarik.
Seiji: Kau pernah dipukul oleh cowok pertamamu? Atau Kouichi? Atau Minemura
keparat itu? Apakah pernah dipukul sampai setengah mati?
Kazuma: Dipukul waktu kecil...
Seiji: waktu kecil...
Kazuma: Iya, semasa kecil aku dipelihara di rumah saudara, dianggap merepotkan
oleh saudara, sering dipukul tanpa sebab, walaupun hari hujan, juga dilempar
keluar, aku sudah berkali-kali merasakan sepertinya hampir mati. Oleh sebab
itu, sekarang kalau dipukul aku merasa takut sekali.
Seiji: Ok, Aku tidak terlalu mengerti masa lalumu.
Kazuma: Ah?
Seiji: Tapi, aku merasa tertarik kepadamu, jadilah kekasihku. *jadilah milikku?*
Kazuma: Apakah kau serius?
Seiji: Kau pernah meneleponku, aku tidak pernah melupakan suaramu waktu itu.
Kazuma: Kalau, aku juga tertarik... tidak bolehkah?
Seiji: Kalau tertarik?
Kazuma: Benar, kalau aku ada kemungkinan tertarik padamu.
Seiji: Dengan kata lain, kau bukan sedang menolakku kan? Aku mengerti, aku
akan menunggu sampai hari itu.
Kazuma: Ya
Seiji: Tapi, bolehkah berciuman?
Kazuma: Berciuman? Um, boleh. *shun: speechless*
Noboru: Kau sudah menunggu lama?
Kazuma: Tidak juga.
Noboru: Saya baru saja pergi menjemputmu ke apartemen.
Kazuma: Maafkan, karena aku datang dengan bis umum, maka aku datangnya agak
pagian.
Noboru: Bis? Apakah uang sakumu tidak cukup? bahkan uang untuk naik
taksi juga ga punya?
Kazuma: Bukan.
Noboru: Kazuma, kalau tidak cukup, aku bisa membantumu.
Kazuma: Terimakasih atas kebaikan anda, saya menerimanya.
Noboru: Apakah tuan Utsuki sudah menjagamu dengan baik?
Kazuma: Tidak ada hal seperti itu, aku tidak ada hubungan apapun dengan tuan
Utsuki.
Noboru: Benar begitu? Aku pikir kamu sudah direbut oleh tuan Utsuki.
Kazuma: Apakah anda mencariku untuk hal ini?
Noboru: Tak usah khawatir, sejujurnya, setelah aku berpisah dengan ibumu,
sudah cukup lama tidak terlalu terpikir lagi, aku takkan
melakukan hal itu denganmu, aku tidak dapat melakukannya, oleh karena itu
tak usah takut, tenang saja.
Kazuma: Tuan Ootori, di tempat seperti ini tolong jangan mendiskusikan hal
seperti itu!
Noboru: Aku berharap aku bisa sering bertemu denganmu seperti ini, kalau bisa
mungkin...
Kazuma: Apa... tiba-tiba, sepertinya ingin tidur... apakah... (gelas jatuh)
Kazuma: Nnh...
Nobori: Sudah bangun?
Kazuma: Kau melakukan apa terhadapku?
Noboru: Sorry, aku menaruh sedikit obat dalam minumanmu.
Kazuma: Menaruh obat?
Noboru: Tidak usah khawatir, aku tidak menaruh bahan yang membahayakan jiwa,
saya cuma ingin supaya kita bisa berduaan dan berhubungan lebih dekat saja.
Kazuma: Sebab itu... kau melakukan hal seperti ini padaku?
Noboru: Karena waktu kamu demam dan sedang beristirahat dirumah waktu itu,
aku bersama tuan Utsuki datang mencarimu, lalu kau marah sekali, lalu pingsan.
(Kazuma dalam hati) aku tiba-tiba merasa pusing sekali, lalu tidak tahu apapun
lagi, tapi, begitu bangun, sudah terbaring diatas tempat tidur, kalau begitu...
Kazuma: Apakah kalian yang mengangkatku ke atas tempat tidur?
Noboru: Aku memeriksamu, membantumu memasukkan obat pereda panas, mestinya
rasanya agak enak kan? Pada waktu itulah, aku melihat tubuhmu, aku meras bagian
laki-lakiku yang itu menjadi terangsang, aku merasa sangat bahagia!
Kazuma: Aku tidak mau dengar itu!
Noboru: Kalau dibilang, orang yang melewati kehidupan yang kurang terjaga,
kulitnya pasti akan menjadi hitam dan kasar, tapi kulitmu adalah spesial.
Begitu tanganku menyentuh kulitmu, seperti dihisap saja, halus sekali.
Kazuma: Tolong jangan dibicarakan lagi!
Noboru: Mestinya kau sudah mengetahui alasanku bahwa aku membutuhkanmu.
Kazuma: Aku adalah ibu... substitusi dari ibu bukan?
Noboru: Itu hal lain lagi, meskipun saya merasa bersalah terhadapmu, tapi
saya ingin melakukannya.
Kazuma: Kalau begitu, lakukanlah apa maumu, bagaimanapun juga aku tidak akan
bisa kabur.
Noboru: Ah! Baiklah, Kazuma.
Kazuma: Aaa.... (mendesah)
Noboru: Pantat yang erat sekali.
Kazuma: Aaa.... (mendesah)
Noboru: Warnanya cantik sekali! tidak tahu sudah berapa cowok yang tergila-gila
padanya
Kazuma: Aaa.... (mendesah)
Noboru: Pintunya berwarna pink, dalamnya juga berwarna pink. Kalau begitu,
rasanya bagaimana?
Kazuma: Aaa.... (mendesah)
Noboru: Bolehkah kita sering-sering begini?
Kazuma: Aaa.... (mendesah)
Noboru: Berikan padaku kesenangan yang sebenarnya.........
Kazuma: Aaa.... (mendesah)
SCENE 8 エピローグ(薔薇色の人生) 14:35 (Bagian 8: Epilog - Kehidupan Seperti warna Bunga
Mawar)
Seiji: Akhir-akhir ini Kouichi tidak datang?
Kazuma: Tidak, tidak datang.
Seiji: Kupikir juga begitu. Aku menyuruhnya dinas ke Saitama, soal pembangunan
lapangan golf, ini adalah pekerjaan yang baru, dia tidak akan punya banyak
waktu buat datang mencarimu.
Kazuma: Benarkah?
Seiji: Akhir-akhir ini, Masumi karena ada 2 orang dokter sedang cuti, sibuk
sekali, bentar lagi istrinya juga mau cuti hamil, SDM semakin berkurang. Dia
tak bisa lagi seperti dulu seenaknya datang mencarimu.
Kazuma: Silahkan duduk, aku akan menuangkan kopi untukmu.
Seiji: Kau dan tuan Ootori sudah pernah ke hotel? Aku tak mau minum kopi,
kemarilah.
(Kazuma dipukul)
Kazuma: Ah? Ada apa?
Seiji: Takut? Walaupun kau sangat kasihan, tapi ini dimaksudkan sebagai perasaan
iriku kalau kau pernah ditiduri tuan Ootori. Walaupun begitu aku masih sabar,
tapi, mengapa kau lebih menyukai dia?
Kazuma: Itu...
Seiji: Aku tidak akan memukulmu lagi, jujurlah!
Kazuma: Aku dan dia itu secara tak sadar...
Seiji: Aku selalu tak sadar tidur dengan orang lain begitu?
Kazuma: Aku emang orang beginian...
Seiji: Kalau begitu, aku juga tidak perlu kuatir lagi.
Kazuma: Itu... perjanjian...
Seiji: Perjanjian? Hanya aku yang berhasil dibohongi oleh kata-kata manismu.
Kazuma: Jangan pukul aku!
Seiji: Aku sudah katakan, aku tidak akan memukulmu lagi, lepaskan pakaianmu,
bagian bawah saja. Letakkan kedua tanganmu diatas meja, pantatmu mengarah
kepadaku.
Kazuma: Ja.. jangan!
Seiji: Kalau tidak mau aku menabokmu lagi, cepat sedikit!
Kazuma: (dipukul) Ah...
(dipukul)
Kazuma: Ah...
(dipukul)
Kazuma: Ack! Berhenti!
Seiji: Bagaimana, seperti anak kecil dipukul bokongnya?
Kazuma: Jangan... tolong...
Seiji: Walaupun sering dipakai, tapi warnanya masih bagus sekali, bentuknya
juga masih belum berubah...
Kazuma: Aaa... (mendesah)
Seiji: Kalau aku begini saja langsung memasukkannya, bagian itumu akan longgar,
kasihan sekali, tapi apa boleh buat.
Kazuma: Tolong jangan...
Seiji: Kouichi, Masumi, Kepala RS Ootori, Minemura, dan orang-orang lain yang
pernah menggunakan bagian ini...
Kazuma: A... ja... nga....
Seiji: Dalamnya merah sekali, Kalau dijilat-jilat dulu mestinya lebih mudah
dimasuki?
Kazuma: Jangan!
Seiji: Bagaimana? Kepala RS Ootori bilang dia pernah menjilatmu, ataukah...
Kazuma: Tolong jangan dikatakan lagi!
Seiji: Kalau kau juga katakan: tolong jilat aku, aku akan lebih lembut memasukkannya,
Kazuma...
Kazuma: Aa... (mendesah) Jilat... aku... kumohon, tolong jilat lebih dalam...
Seiji: Apakah kau juga memdengarkan suara seperti ini ke kepala RS Ootori?
Kazuma: Aa... Jangan, tolong jangan dimasuki, aaa... (mendesah)
Seiji: Lemaskan, kalau tidak rasanya akan lebih menyakitkan.
Kazuma: Aa.... tolong jangan.... kumohon... a.... (mendesah)
Seiji: Kau sudah bangun?
Kazuma: ....... Rantai?... Mengapa? Dimana ini?
Noboru: Sudah lama tidak bertemu, Kazuma.
Kazuma: Tuan Ootori juga...
Noboru: Hari ini kau baru saja melakukannya dengan tuan Utsuki, jadi agak
kendor dikit, tapi masih saja cantik menggoda begini.
Seiji: Disini adalah ruang rahasiaku. Kouichi aja tidak tau, mulai sekarang
kau akan tinggal disini. Kouichi kalau ke apartemen itu, tidak akan menemuimu
lagi, dia akan pikir kau sudah melarikan diri.
Noboru: Sebab itu kami sudah membuat sebuah kontrak.
Kazuma: Kontrak?
Seiji: Kau adalah milik kami berdua.
Kazuma: Tolong jangan bercanda!
Noboru: Mengapa? Bukankah waktu itu kau meresponku dengan positif?
Kazuma: Waktu itu karena aku pikir salah satu dari kalian akanmembantuku berpisah
dari Kouichi mereka. Karena walaupun punya berapa banyak uang, kalau para
ayah sudah bicara, mereka pasti tak berdaya, oleh karena itu baru aku menerima
ajakan kalian.
Seiji: Kau ingin berpisah dengan Kouichi mereka?
Kazuma: Entah dari kepan, aku menjadi suka sekali bersama dengan mereka, walaupun
aku tahu ini tidak baik.
Seiji: Apakah karena kekurangan uang?
Kazuma: Bagaimana mungkin? Uang yang diberikan mereka padaku tidak kupakai
satu sen pun, semuanya masih di bank, kapan saja dapat dikembalikan ke kalian.
Noboru: Kalau begitu apa alasanmu untuk tinggal bersama mereka?
Kazuma: Karena aku ingin sekali punya keluarga, tapi suatu hari nanti
Kouichi mereka akan bosan dengaku, lalu meninggalkaku. Kalau begitu, tidakkah
lebih baik kalau aku sendiri yang memutuskan hubungan ini, jadi baru menerima
ajakan kalian.
Seiji: Uang bukan alasanmu?
Kazuma: Kalau sudah punya keluarga, mungkin setelahnya baru ingin uang
...
Seiji: Ah, kau selalu jujur begitu. Kalau begitu, maukah kau jadi anak angkatku?
Dengan begitu, kau dan Kouichi secara resmi menjadi saudara, juga punya keluarga,
dan juga ga usah khawatir kekurangan uang.
Noboru: Tuan Utsuki, kau mestinya tidak boleh buru-buru berkata begitu, Aku
sudah memikirkan masalah anak angkat ini sejak dulu.
Kazuma: Ah? Tunggu...
Seiji: Kau putuskan sendiri. Pilih aku atau tuan Ootori?
Kazuma: Aku menolak keduanya. Karena ini tidak sesuai dengan keluarga yang
kuinginkan.
Seiji: Kau sedang bicara apa? Kami yang mantan suami ibumu masa tidak cocok?
Noboru: Lagipula masih ada saudara sedarah, kau tidak punya alasan buat menolaknya.
Kazuma: Tidak mau.
Seiji: Kalau begitu tidak ada pilihan lain. Heh....
Kazuma: Kalian mau melakukan apa denganku?
Seiji: Kau mau mesti menetapkan mau jadi anak angkatku, atau anak angkat tuan
Ootori? Lebih baik kami tanyakan kepada badanmu saja.
Kazuma: Jangan! Jangan!
Noboru: Kazuma.
Kazuma: Jangan! Jangan! Jangan!
Seiji: Kazuma. Mari, tembakkan...
Kazuma: Tolong jangan memanggilku dengan suara lembut seperti itu!
(Kazuma dalam hati) Setelahnya, aku tidak membuat keputusan apapun, sebab
semua data pribadiku ada di tempat Utsuki Seiji, akibatnya aku menjadi anak
angkat Utsuki Seiji.
Seiji: Demi anggota keluarga kita yang baru, dan hubungan *pertukaran?*
kita keluarga Utsuki dengan Ootori, Bersulang!
Noboru: Cheers!
Masumi: Kak Kouichi, bergembiralah, mulai sekarang kita dapat hidup bersama.
Kouichi: Kau tidak menyesal? Dia kan sebenernya punya kita berdua.
Seiji: Kalau begitu kau boleh mundur.
Kouichi: Ayah, siapa bilang mau mundur! Saya cuma menegaskan kembali kepemilikanku.
Seiji: Kalau ngomong soal pemilikan, itu adalah punya kami berdua *dan Ootori*,
itu uangnya kami.
Kouichi: Sudah kubilang uang pasti akan kukembalikan padamu!
Seiji: Hanya yang kuat yang akan bertahan, baru dapat memiliki barang yang
diinginkan, ini adalah hukum alam *rimba?*.
Kouichi: Kalau begitu, ayah adalah seperti binatang dong.
Seiji: Kau yang binatang. Siapa pula yang bisa mencintai saudara kandung sendiri?
Setidaknya, kami tidak ada hubungan darah.
Kouichi: Ini..
Noboru: Kazuma, kau mau kemana?
Kazuma: Aku agak mabuk, mau ke teras untuk menikmati angin.
Masumi: Mari kutemani.
(teras)
Masumi: Ada apa? Hari ini muka kakak sedih sekali.
Kouichi: Aku...
Msumi: Menjadi seperti begini dengan kami, apakah kau benci? Walaupun kau
merasa seperti korban, tapi kenyataannya, kami adalah korban sebenarnya. Yang
membangkitkan gairah kami, menjadikan kami makhluk yang buas, adalah kakak.
Maka, akhirnya adalah kau yang mendominasi kami.
Kazuma: A... (mendesah)
Masumi: Kakak... begini... lagi... lebarkan lagi kakimu...
Kazuma: Aa.... (mendesah)
Kouichi: Bagus... begini...
Kazuma: A... (mendesah)
Kouichi: Begini saja, jangan berhenti.
Kazuma: ....... Jangan... su... sudah...
Kouichi: Jangan buru-buru, masih ada banyak waktu...
Noboru: Lebih baik jangan bikin dia terlalu capek...
Kazuma: Aa... (mendesah)
(Kazuma, narasi) Aku adalah seorang yang masih menunggu kasih sayang, yang muncul dihadapanku seorang lelaki biasa. Aku masih berpikir seperti itu sampai sekarang, setelahnya, aku tiba-tiba memiliki sebuah keluarga, uang, dan 4 orang kekasih. Kehidupanku berubah total. Aku masih tidak bisa membedakan apakah ini adalah suatu keberuntungan atau musibah, tapi orang lain mungkin akan menyebutnya demikian "kehidupan yang bagaikan bunga mawar".
- Selesai -
Terjemahan skrip Mandarin oleh 梅田大人, terjemahan skrip bahasa Indonesia
oleh chibishun. La vie en rose
bukan milik saya, dan saya juga tidak
menjamin apapun. Thanks buat semua yang sudah membacanya :)
Referensi:
http://www.yamaai.com/cd/index.html








